Saturday, August 30, 2014

Mengatasi Kebosanan untuk Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Mengatasi kebosanan dalam rumah tangga
Membentuk keluarga adalah hal yang mudah. Namun membangun keluarga yang harmonis tidak dapat dilakukan hanya dalam satu atau dua hari. Seiring berjalannya waktu, keluarga yang dibentuk diatas ikatan suci pernikahan akan menemui sejumlah cobaan dan rintangan yang dapat mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Salah satu cobaan yang paling umum namun paling membahayakan adalah jika sudah muncul rasa bosan dan timbulnya ketertarikan dengan orang lain, atau mulai timbulnya kebosanan dalam rumah tangga.

Rumput tetangga nampak lebih hijau dibanding rumput di halaman sendiri. Rutinitas sehari-hari dapat menjebak anggota keluarga dalam rasa bosan. Jika melihat keluarga lain melakukan hal yang tidak biasa cenderung menimbulkan rasa ingin melakukan hal yang sama. Oleh karena itu penting untuk selalu menjaga agar suasana keluarga senantiasa hidup.

Mengetahui penyebab pudarnya rasa sayang pasangan adalah hal yang penting. Antisipasi dan solusi untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat jika mengetahui penyebabnya.

Pertama, ketika kenyataan tidak sesuai harapan. Hampir semua orang menginginkan pasangan yang menyenangkan dan sesuai impiannya. Sayangnya setiap pasangan pasti memiliki kekurangan dan kelemahan. Jangan biarkan kekecewaan mempengaruhi sikap dan mimik wajah sehingga tidak sedap dipandang. Alih-alih merasa nyaman, pasangan akan semakin menjauh.

Kedua, ketika menemukan kekurangan dan kelemahan pasangan cenderung mengabaikan kelebihan pasangan. Terlalu fokus memikirkan sisi minus pasangan akan membuat hati sesak dan cenderung lebih mudah marah. Salah satu cara untuk mengobati kekecewaan adalah mengingat dan menulis setiap kebaikan dan kelebihan pasangan. Ini salah satu tips untuk mengatasi kebosanan dalam rumah tangga.

Ketiga, hal yang paling sulit memang memaafkan kekurangan dan kelemahan pasangan yang membuat hati kecewa. Namun dengan memupuk rasa kecewa dan tidak membuka pintu maaf sama saja mengubur rasa sayang yang perlu dijaga untuk keharmonisan hubungan rumah tangga.


Keempat, melupakan kekurangan dan kelemahan diri sendiri menjadi hal yang paling fatal. Saat suami merasa istri begitu menjengkelkan bisa jadi istri pun merasa kecewa dengan suami. Jika sudah demikian sangatlah sulit menciptakan keluarga yang harmonis. Ada baiknya untuk mengingat dan menuliskan juga kekurangan dan kelemahan diri sendiri agar keseimbangan hati dan pikiran terjaga.

Demikian beberapa tips untuk mengatasi kebosanan dalam rumah tangga agar selalu terjaga keharmonisan dalam berumah tangga.

Pembagian Peran dalam Rumah Tangga Harmonis

Pembagian peran dalam rumah tangga
Dalam beberapa kehidupan rumah tangga ditemui kondisi si istri nampak kelelahan sedangkan sang suami bersantai ria. Hal ini disebabkan kebiasaan yang berkembang di masyarakat bahwa tugas istri adalah melayani suami dan keluarga sedangkan suami mencari nafkah. Bukan berati hal tersebut dapat dibenarkan. Jika istri merasa terbebani maka sudah menjadi indikasi rumah tangga tidak harmonis. Perlu adanya pembagian peran dalam rumah tangga sebagai andil kedua pihak dalam menciptakan kondisi keluarga yang nyaman dan bahagia.

Sebelum melakukan pembagian peran untuk mencapai keharmonisan rumah tangga, perlu dipahami bahwa suami maupun istri berkewajiban akan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Jangan sampai salah satu merasa asyik dengan dunianya sehingga rumah tangga tidak terurus. Pembagian peran yang jelas juga mempermudah satu sama lain untuk mengingatkan jika ada yang belum menyelesaikan bagiannya.

Setiap orang memiliki waktu terbatas sehingga dirasa tidak akan pernah cukup untuk menuntaskan semua keperluan rumah tangga dan keperluan di luar rumah. Dengan adanya pembagian peran dalam rumah tangga, masing-masing dapat memiliki prioritas dan kesempatan melakukan hak dan kewajibannya.  Bukan tidak mungkin urusan diluar rumah bisa selesai bersamaan sehingga bisa memiliki waktu bersama yang lebih banyak dan berkualitas.

Selain itu, memahami bahwa semua orang memiliki keterbatasan. Bisa jadi suami lebih jago memasak dan istri lebih pintar dalam menata rumah. Dengan demikian hal kerumahtanggaan dapat terselesaikan dengan baik.

Keseimbangan peran rumah tangga dapat dibagi menurut jumlah anggota keluarga. Memilah-milah jenis tugas rutin yang dapat dilakukan dengan senang hati dan sesuai kemampuan perlu dilakukan dengan musyawarah. Keseimbangan bukan berarti semua mengerjakan bagian dengan jumlah yang sama melainkan disesuaikan juga dengan kondisi keseharian. Jika suami memiliki kewajiban di luar rumah ketika jam menjemput anak sekolah tiba, tentu tugas ini menjadi bagian istri. Sebagai gantinya, suami dapat menemani anak-anak belajar di malam hari sehingga istri dapat menyelesaikan tugas yang lain. Kedisiplinan diperlukan dalam menjalankan peran yang sudah diamanahkan. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa perlu usaha yang konsisten untuk menjaga keharmonisan rumah tangga melalui pembagian peran dalam rumah tangga.

10 Cara Memahami Perbedaan dalam Rumah Tangga

Memahami perbedaan dalam rumah tangga
Banyak pasangan yang baru menikah mendapatkan kejutan dalam kehidupan rumah tangganya. Beda sifat, sikap dan prinsip yang tidak nampak selama masa perkenalan sedikit demi sedikit akan nampak. Bagi pasanngan yang tidak memiliki landasan yang kuat dalam pernikahannya cenderung mempermasalahkan. Namun bagi yang menyadari bahwa perbedaan dalam rumah tangga adalah hal yang wajar tidak akan terlalu berpengaruh. Jika disikapi dengan baik, perbedaan memberikan warna dalam kehidupan rumah tangga dan menjaga keharmonisannya. Berikut hal-hal yang mendasari perbedaan dan perlu dipahami kedua belah pihak.

1.    Karakter seseorang sangat dipengaruhi adat kedaerahan yang biasanya muncul dalam bentuk ciri komunikasi.

2.    Didikan keluarga secara otomatis akan terbawa dalam kehidupan rumah tangga yang baru. Membicarakan pola didik yang diyakini satu sama lain sejak dini akan membantu menerima perbedaan dan mencari jalan tengah bagi kedua belah pihak.

3.    Seringkali salah satu pasangan berupaya keras menghilangkan perbedaan dalam rumah tangga yang terkadang menjadi masalah tak berkesudahan. Pahamilah bahwa sampai kapan pun pasangan tidak akan sama persis dengan yang diinginkan.

4.    Struktur otak laki-laki dan perempuan ternyata berbeda. Otak laki-laki cenderung memusatkan perhatian pada satu hal dalam satu periode waktu.

5.    Secara umum laki-laki cenderung mengedepankan akal saat menyampaikan pesan sedangkan wanita lebih banyak menggunakan perasaan.

6.    Tingginya hormon prolaktin dalam tubuh perempuan diduga menjadi penyebab kecenderungan untuk menangis lebih banyak daripada laki-laki. Secara naluri, perempuan yang tidak dapat menyampaikan pesan melalui kata-kata cenderung menangis.

7.    Laki-laki lebih nyaman untuk diam saat sedang menghadapi masalah sehingga wanita pun harus bisa memahami dan memberikan kesempatan pada laki-laki daripada menuduh bersikap cuek.

8.    Berkaitan dengan strukrur otak, wanita  lebih menyukai bahasa verbal. Inilah mengapa seringkali laki-laki meengatakan bahwa wanita cenderung cerewet terutama ketika menghadapi masalah.

9.    Secara umum perempuan merasa dicintai ketika diperhatikan sedangkan laki-laki merasa dicintai ketika dipercaya.

10.    Tidak dapat dipungkiri bahwa perempuan lebih sensitif akan masalah. Wajar jika berbeda sikap saat menghadapi masalah.

Jadi untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, penting bagi pasangan untuk saling memahami dan menerima adanya perbedaan dalam rumah tangga.

Tips Menghangatkan Keluarga

Tips menghangatkan keluarga
Menjaga suasana kehangatan merupakan salah satu cara untuk menjaga keluarga yang harmonis. Bermula dari hal yang seringkali dianggap remeh dan kecil, ketegangan dapat terjadi. Ketidakpuasan dalam melakukan hal-hal rutin juga memicu berkurangnya kehangatan keluarga. Oleh karena itu perlu untuk meminimalkan pengaruh negatif akibat masalah ringan yang dihadapi. Tips yang dapat dilakukan adalah:

1.    Hindari membesar-besarkan masalah
Banyak pasangan yang meributkan hal kecil hingga berlaurut-larut. Misalnya si suami salah meletakkan kaus kaki yang seharusnya jadi satu dengan sepatu tapi diletakkan sembaragan di kamar. Seringkali hal tersebut dianggap oleh istri sebagai bentuk ketidaksopanan. Gerutuan dan omelan dengan muka masam tentu lama-lama akan mengganggu kehangatan diantara keduanya jika terulang setiap hari. Alih-alih mengomel, istri dapat mencontohkan hal yang seharusnya dilakukan suami dan mengingatkan dengan lembut.

2.    Menjaga emosi di menit terakhir
Rutinitas setiap hari seperti saat-saat berangkat kerja, berangkat sekolah, menjelang makan seringkali menciptakan ketegangan. Ketidaksabaran di menit-menit terakhir mendorong keluarnya kata-kata yang tidak enak didengar. Sikap menyalahkan satu sama lain ketika salah satu belum siap di menit sebaiknya di hindari agar tidak menyebabkan perselisihan yang berkepanjangan.

3.    Toleransi terhadap kekurangan
Pertengkaran yang dipicu karena perbedaan adalah hal yang lumrah. Namun bukan berarti seterusnya dapat dimaklumi. Menjaga komunikasi yang baik ketika salah satu belum jelas dengan apa yang disampaikan lebih baik dibanding mempermasalahkan kekurangan dan kelemahan pemahaman. Keluarga yang harmonis pasti selalu memperhatikan toleransi.

4.    Memperbanyak pelukan
Seringkali masalah selesai tanpa harus mengeluarkan kata-kata dan usaha yang berlebihan. Memeluk dengan hangat ketika salah satu mulai menunjukkan emosi dapat mengurangi keluarnya kata-kata yang tidak mengenakkan dan mengurangi ketegangan. Bahkan menurut studi psikologi, setiap orang memerlukan 4 pelukan setiap hari untuk tetap hidup, 8 kali sehari untuk sehat dan 12 kali setiap hari untuk awet muda dan bahagia. Hal yang murah untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.

5.    Menghadirkan keterbukaan
Keluarga yang harmonis terlihat dari sikap saling menghargai dan menghormati. Ketika anggota keluarga merasa dihargai dan di hormati, akan lebih mudah untuk saling terbuka. Keterbukaan menghindarkan fenomena emosi meledak akibat memendam masalah tanpa adanya penyelesaian yang diharapkan.

Tips Menghadapi Cobaan Rumah Tangga

Menghadapi cobaan rumah tangga
Kehidupan rumah tangga yang harmonis bukan berarti tanpa konflik. Justru keharmonisan keluarga dapat terlihat ketika adanya cobaan yang datang. Agar konflik tidak menimbulkan keretakan rumah tangga tentu perlu hal-hal yang harus dilakukan saat cobaan itu datang. Berikut tips dalam menghadapi cobaan dalam berumah tangga:

1.    Mengurangi sikap negatif
Sikap negatif yang banyak dilakukan oleh anggota keluarga adalah membicarakan masalah keluarga bukan pada orang yang tepat. Akibatnya masalah yang dihadapi menjadi rahasia umum dan terlalu banyak pihak yang terlibat. Selalu memasang muka masam ketika solusi belum terpecahkan juga menambah suasana yang tidak mengenakkan.

2.    Hindari mencari kambing hitam
Kebiasaan mencari kambing hitam seringkali dimulai ketika tidak ada yang mau mengalah. Ketika ada kata-kata atau sikap yang menunjukkan ego diri, akan sulit untuk berfikir jernih. Alih-aih mencari-cari siapa yang salah siapa yang benar, lebih baik membahas cara menyelesaikan masalah.

3.    Mengurangi standar hidup yang terlalu tinggi
Banyak orang mendambakan rumah tangga yang harmonis dalam bentuk kesempurnaan baik dalam segi fisik anggota keluarga ataupun materi yang ada. Cobaan seringkali hadir akibat ketidakpuasan dengan apa yang sudah didapat. Hal tersebut semakin parah jika diikuti dengan penetapan standar yang tinggi. Kenyataannya tidak selalu orang kaya memiliki rumah tangga yang harmonis, sedangkan banyak orang yang terlihat kekurangan tapi terlihat keluarganya bahagia. Tidak jaminan kesempurnaan fisik mendatangkan kebahagiaan, sikap bersyukur menerima kondisi fisik jauh lebih membuat hati semua anggota keluarga bahagia.

4.    Mencari pokok permasalah dan solusinya
Fokus pada permasalahan yang saat itu dihadapi adalah pilihan yang tepat. Membahas kembali masalah di  masa lalu sama saja melukai perasaan satu sama lain. Keluarga yang harmonis cenderung tidak membesar-besarkan masalah yang dihadapi. Awali dengan pelukan dan ucapan maaf meski merasa benar sekalipun. Dengan pikiran yang dingin, masalah akan terlihat lebih jelas dan mudah dicari solusinya.

Cobaan dalam bentuk masalah atau konflik jika dihadapi dengan baik akan mempererat ikatan anggota keluarga. Dengan begitu tidak mustahil rumah tangga yang harmonis tetap tercipta meski dihantam badai sebesar apapun.

Friday, August 29, 2014

Komunikasi Modal Keluarga Harmonis

Komunikasi modal keluarga harmonis
Seorang istri mengeluhkan suaminya yang dianggap cuek dan diam saja dengan permasalahan yang dihadapi keluarga. Di satu sisi si suami merasa istri terlalu bawel sehingga memperkeruh suasana. Tidak dapat dipungkiri banyak pasangan yang mengalami hal ini. Faktor kurangnya pemahamanan akibat komunikasi yang tidak efektif membuat permasalahan yang berlarut-larut.

Komunikasi yang baik dalam rumah tangga bukan berarti berbicara banyak. Hal yang terpenting dalam adalah penyampaian pesan yang baik.  Ada sepuluh dasar yang harus dipahami dan dilakukan dengan konsisten sebagai modal komunikasi dalam keluarga yang harmonis yaitu:

1.    Memahami beragam cara komunikasi diantaranya melalui pembicaraan, catatan maupun melalui berbagai teknologi. Jika melalui satu cara komunikasi pesan belum tersampaikan dengan baik, cobalah dengan cara lain.

2.    Pahami kondisi dan perasaan anggota keluarga yang sedang menyampaikan sesuatu agar dapat menanggapi dengan tepat.

3.    Pilah dengan baik mana yang bisa dikomunikasikan dengan serius atau dengan santai. Terkadang hal-hal yang serius dapat diungkapkan dengan candaan, begitu pula sebaliknya.

4.    Perhatikan ekspresi wajah, gerak tubuh dan intonasi pasangan atau anggota keluarga saat berkomunikasi langsung.

5.    Lebih banyak mendengar dapat meningkatkan pemahaman pesan yang disampaikan lebih cepat dan tepat sehingga komunikasi dalam keluarga yang harmonis terjaga.

6.    Berikanlah sikap bersahabat ketika ada yang ingin menyampaikan pesan. Jika sudah terdapat rasa was-was atau khawatir biasanya penyampaian pesan pun tidak dapat dilakukan dengan baik.

7.    Mengawali pembicaraan dengan kalimat positif dapat membangun keharmonisan rumah tangga karena mengurangi emosi yang bisa saja muncul saat pembicaraan berlangsung.

8.    Semua anggota keluarga baik yang muda maupun yang tua tidak ada yang menyukai kata-kata kasar. Pemilihan kata-kata yang bijak dan lembut lebih disarankan.

9.    Adakalanya media penyampaian yang berbeda dapat mempengaruhi pemahaman penerima pesan. Bagaimanapun juga penyampaian secara langsung lebih tepat untuk hal-hal yang bersifat serius.

10.    Komunikasi dalam keluarga yang harmonis dapat berlangsung kapan saja. Namun ada baiknya dapat memilah waktu, suasana dan tempat yang tepat ketika menyampaikan hal yang serius.

Fondasi Membangun Rumah Tangga Harmonis

Pondasi rumah tangga harmonis
Semua orang pasti mengamini fakta bahwa fondasi yang kuat akan mendukung kekokohan sebuah rumah. Kombinasi campuran batu, semen dan pasir yang diaplikasikan dengan teknik yang tepat memberikan fondasi yang baik. Demikian pula sebuah rumah tangga yang harmonis perlu fondasi yang baik.

Setiap rumah tangga layaknya beragam bentuk rumah. Fondasi rumah bambu tentu berbeda dengan rumah bertingkat. Rumah tangga satu dengan yang lain pastinya memerlukan fondasi yang berbeda. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor yang berkaitan dengan tujuan menikah, tujuan membangun keluarga serta dasar dan pedoman apa yang diyakini.

Kesadaran penuh akan tujuan menikah penting saat memulai rumah tangga. Jika tujuan menikah sekedar coba-coba, sekedar tuntutan sosial atau hasrat belaka bisa berakibat fatal. Pernikahan yang tidak memiliki tujuan kuat akan mudah berujung pada perselingkuhan bahkan perceraian. Salah satu pasangan atau bahkan keduanya cenderung megambil jalan pintas ketika mulai tumbuh rasa bosan, merasa tidak cocok atau memiliki pandangan yang lain.

Membangun keluarga yang bahagia menjadi harapan semua orang. Bahagia bukanlah suatu hasil akhir melainkan hadir dalam proses mengaruhi kehidupan. Untuk mencapai rumah tangga yang harmonis perlu usaha yang kuat dan berkelanjutan karena dalam perjalanan itu sendiri tentu tidaklah selamanya berjalan mulus. Motivasi menikah untuk ibadah dan kesadaran untuk mendatangkan kebaikan bagi anggota keluarga akan memberikan fondasi kuat. Setiap proses akan dapat dijalani dengan pikiran positif, tindakan yang baik dan emosi yang baik.

Hancurnya keharmonisan rumah tangga dapat berawal dari rutinitas ehari-hari yang membosankan. Rasa bosan cenderung membuat pasangan melirik orang luar yang terlihat lebih menarik. Kecenderungan itu dapat diatasi dengan mengingat  kembali motivasi bahwa pernikahan adalah hal yang suci. Sebisa mungkin hindari mencari pelarian, mengurangi pengaruh dan godaan dari luar dengan menjaga diri serta menghindari kekecewaan yang berlebihan. Semua pikiran dan niat negatif itu harus selalu dikikis. Saling menjaga, mengingatkan dan menguatkan motivasi sebagai fondasi membangun rumah tangga yang harmonis adalah usaha yang mujarab.