Sunday, August 24, 2014

Apa Sih Keluarga Harmonis Itu ?

Keluarga harmonis
Menurut bahasa, keluarga harmonis terdiri dari 2 kata yaitu "keluarga" dan "hamonis".

Keluarga berarti suatu kelompok yang terdiri dari orang tua dan anak-anak yang hidup bersama dalam sebuah wadah yang disebut rumah tangga. Keluarga bisa juga diartikan sebagai suatu kelompok dari dua atau lebih orang yang memiliki hubungan darah, perkawinan, adopsi, dan yang biasanya tinggal bersama di dalam sebuah wadah yang sama yang disebut sebagai rumah tangga.

Sedangkan harmonis berarti adalah sesuatu yang berjalan bersama-sama dengan indah, seperti not dan lagu atau orang-orang yang bekerja dengan baik dalam sebuah tim. Ide mengenai hal tentang keharmonisan berasal dari musik — disaat not-not berbunyi secara bersama-sama, itulah harmonis. Konsep ini ternyata juga teraplikasikan dalam beberapa hal atau beberapa orang. Suatu tim basket yang bisa menguasai bola dalam waktu cukup lama berarti mereka bermain secara harmonis. Kapanpun jika seseorang bisa bersama dalam waktu lama, berarti mereka hidup secara harmonis. Dalam masyarakat yang hidup harmonis secara utuh, disana tidak akan ada perang dan kebencian.

Jadi, keluarga harmonis adalah suatu kelompok yang terdiri dari orang tua dan anak-anak yang hidup bersama-sama dalam sebuah wadah yang disebut rumah tangga dimana mereka hidup dalam waktu yang tidak sebentar, selalu rukun bahagia, tertib, disiplin, saling menghargai, penuh pemaaf, tolong menolong dalam kebajikan, memiliki etos kerja yang baik, bertetangga dengan saling menghormati, taat mengerjakan ibadah, berbakti pada yang lebih tua, mencintai ilmu pengetahuan dan memanfaatkan waktu luang dengan hal yang positif. Karena hal-hal itulah maka keluarga harmonis akan selalu terhindar dari hal-hal negatig.

Biasanya, di Indonesia keluarga harmonis identik dengan keluarga bahagia, yang ditandai oleh tidak adanya rasa ketegangan maupun kekecewaan, dan puas terhadap seluruh keadaan dan keberadaan diri keluarganya (eksistensi dan aktualisasi diri) yang meliputi aspek fisik, mental, emosi, dan sosial, sehingga para anggotanya merasa tentram di dalamnya dan menjalankan peran-perannya dengan penuh kematangan sikap, serta dapat melalui kehidupan dengan penuh keefektifan dan kepuasan batin. 

No comments:

Post a Comment