![]() |
| Pembagian peran dalam rumah tangga |
Sebelum melakukan pembagian peran untuk mencapai keharmonisan rumah tangga, perlu dipahami bahwa suami maupun istri berkewajiban akan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Jangan sampai salah satu merasa asyik dengan dunianya sehingga rumah tangga tidak terurus. Pembagian peran yang jelas juga mempermudah satu sama lain untuk mengingatkan jika ada yang belum menyelesaikan bagiannya.
Setiap orang memiliki waktu terbatas sehingga dirasa tidak akan pernah cukup untuk menuntaskan semua keperluan rumah tangga dan keperluan di luar rumah. Dengan adanya pembagian peran dalam rumah tangga, masing-masing dapat memiliki prioritas dan kesempatan melakukan hak dan kewajibannya. Bukan tidak mungkin urusan diluar rumah bisa selesai bersamaan sehingga bisa memiliki waktu bersama yang lebih banyak dan berkualitas.
Selain itu, memahami bahwa semua orang memiliki keterbatasan. Bisa jadi suami lebih jago memasak dan istri lebih pintar dalam menata rumah. Dengan demikian hal kerumahtanggaan dapat terselesaikan dengan baik.
Keseimbangan peran rumah tangga dapat dibagi menurut jumlah anggota keluarga. Memilah-milah jenis tugas rutin yang dapat dilakukan dengan senang hati dan sesuai kemampuan perlu dilakukan dengan musyawarah. Keseimbangan bukan berarti semua mengerjakan bagian dengan jumlah yang sama melainkan disesuaikan juga dengan kondisi keseharian. Jika suami memiliki kewajiban di luar rumah ketika jam menjemput anak sekolah tiba, tentu tugas ini menjadi bagian istri. Sebagai gantinya, suami dapat menemani anak-anak belajar di malam hari sehingga istri dapat menyelesaikan tugas yang lain. Kedisiplinan diperlukan dalam menjalankan peran yang sudah diamanahkan. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa perlu usaha yang konsisten untuk menjaga keharmonisan rumah tangga melalui pembagian peran dalam rumah tangga.

No comments:
Post a Comment