Friday, August 29, 2014

Fondasi Membangun Rumah Tangga Harmonis

Pondasi rumah tangga harmonis
Semua orang pasti mengamini fakta bahwa fondasi yang kuat akan mendukung kekokohan sebuah rumah. Kombinasi campuran batu, semen dan pasir yang diaplikasikan dengan teknik yang tepat memberikan fondasi yang baik. Demikian pula sebuah rumah tangga yang harmonis perlu fondasi yang baik.

Setiap rumah tangga layaknya beragam bentuk rumah. Fondasi rumah bambu tentu berbeda dengan rumah bertingkat. Rumah tangga satu dengan yang lain pastinya memerlukan fondasi yang berbeda. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor yang berkaitan dengan tujuan menikah, tujuan membangun keluarga serta dasar dan pedoman apa yang diyakini.

Kesadaran penuh akan tujuan menikah penting saat memulai rumah tangga. Jika tujuan menikah sekedar coba-coba, sekedar tuntutan sosial atau hasrat belaka bisa berakibat fatal. Pernikahan yang tidak memiliki tujuan kuat akan mudah berujung pada perselingkuhan bahkan perceraian. Salah satu pasangan atau bahkan keduanya cenderung megambil jalan pintas ketika mulai tumbuh rasa bosan, merasa tidak cocok atau memiliki pandangan yang lain.

Membangun keluarga yang bahagia menjadi harapan semua orang. Bahagia bukanlah suatu hasil akhir melainkan hadir dalam proses mengaruhi kehidupan. Untuk mencapai rumah tangga yang harmonis perlu usaha yang kuat dan berkelanjutan karena dalam perjalanan itu sendiri tentu tidaklah selamanya berjalan mulus. Motivasi menikah untuk ibadah dan kesadaran untuk mendatangkan kebaikan bagi anggota keluarga akan memberikan fondasi kuat. Setiap proses akan dapat dijalani dengan pikiran positif, tindakan yang baik dan emosi yang baik.

Hancurnya keharmonisan rumah tangga dapat berawal dari rutinitas ehari-hari yang membosankan. Rasa bosan cenderung membuat pasangan melirik orang luar yang terlihat lebih menarik. Kecenderungan itu dapat diatasi dengan mengingat  kembali motivasi bahwa pernikahan adalah hal yang suci. Sebisa mungkin hindari mencari pelarian, mengurangi pengaruh dan godaan dari luar dengan menjaga diri serta menghindari kekecewaan yang berlebihan. Semua pikiran dan niat negatif itu harus selalu dikikis. Saling menjaga, mengingatkan dan menguatkan motivasi sebagai fondasi membangun rumah tangga yang harmonis adalah usaha yang mujarab.

No comments:

Post a Comment